Tuesday, April 6, 2010

D I S K O N

DISKON

Masih ingat gambar “My way, Your way, Our way”?


Sebelumnya saya pernah uraikan tentang perbedaan persepsi yang dapat mengakibatkan interaksi yang tidak produktif dan akhirnya terjadi ‘diskon’.

Apa yang terpikir oleh Anda kalau mendengar kata diskon (discount)?
Harga Turun? Murah? Tidak berharga? Obral? Kualitas jelek? Sudah tidak trend/ ketinggalan jaman? Cuci gudang? Barang sisa? Barang tidak laku? Remeh?

Apa yang kita rasakan bila seseorang mengatakan kepada kita, “Susah ya ngomong sama kamu, sudah dijelaskan berkali-kali tidak mengerti juga.”
Marah? Kesal? Mungkin saja, karena kita merasa direndahkan. Artinya kita di-‘diskon’.

Perasaan yang demikian itulah yang juga dirasakan oleh lawan bicara kita saat kita men’diskon’ mereka dengan kata-kata ataupun perilaku-perilaku yang kita perlihatkan kepada mereka.

Diskon dapat timbul dalam berbagai bentuk. Sikap men-diskon berarti kurangnya perhatian atau adanya perhatian negatif yang melukai kita atau orang lain secara fisik atau emosional. Sarkasme, kekasaran, ketidaksabaran, keluhan, menjelaskan secara berlebihan dan menggunakan istilah-istilah yang tidak dimengerti oleh lawan bicara, merupakan bentuk-bentuk diskon terhadap orang lain.

Kita pun dapat mendiskon diri kita sendiri atau kemampuan kita, dengan merendahkan diri sendiri, merendahkan kemampuan diri sendiri dan menghindari tanggung jawab atas perasaan kita.
Mungkin, tanpa kita sadari seringkali kita mengatakan, “Bodoh sekali saya ini” atau “Saya tidak mampu melakukannya.” itu artinya kita sedang mendiskon diri kita atau kemampuan kita sendiri. Atau pernah tidak kita mengatakan, “Gara-gara kamu, saya jadi marah-marah begini.” bila ya, artinya kita menghindari tanggung jawab atas perasaan kita sendiri, dan menyalahkan orang lain sebagai penyebabnya munculnya perasaan kita.
Kalau kita marah, maka bukan karena orang lain, karena bukan mereka yang membuat kita marah, melainkan perasaan dan cara kita merespon situasi yang menentukan apakah kita akan marah atau tidak.

Oleh karenanya, hindari diskon. Diskon dapat mengakibatkan perasaan buruk atau perasaan tidak dihargai.
Mengambil tanggung pribadi terhadap suatu masalah dan memilih respon yang sesuai atas suatu kondisi dan situasi akan menghasilkan interaksi yang produktif dan menghindarkan kita dari mendiskon orang lain dan diri sendiri.

No comments: